Ajah Chah
Kemelekatan (attachment)merupakan salah satu sifat dari pengumbaran nafsu keinginan.Semangkin seseorang melekat pada sesuatu,semangkin sulit pula bagi dia untuk melepaskan diri dari penderitaan dan melihat kebijaksanaan.
Ajahn Chah
Kita selalu merasa tidak puas.Dalam Buah yang manis,Kita merasa kurang asam; Dalam Buah yang asam,kita merasa kurang manis.
Dharmmapada
Oleh diri sendiri kejahatan dilakukan diri sendiri seseorang menjadi suci, suci atau tidak suci tergantung pada diri sendiri, tidak seseorangpun yang dapat mensucikan orang lain.
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Januari 2015
23.59
santa margita
Alkisah, ada seorang pengusaha pembuat sabun sedang dalam perjalanan pulang. Tiba-tiba dia melihat seorang ibu sedang berteriak histeris “Maling-rampok!” karena tasnya dijambret oleh pengendara motor. Sambil memandang dengan prihatin, dia pun melanjutkan perjalanannya.
Tidak lama kemudian, dia menyaksikan sekelompok orang sedang memukuli seorang pemuda hingga babak belur karena ketahuan hendak mencuri sepeda motor di tempat parkir. Melihat peristiwa itu dia pun termenung dan berpikir, kenapa kejahatan ada di mana-mana dan semakin hari semakin banyak? Tadi si ibu bingung dan sedih karena dompetnya dicopet pencuri. Sekarang ada pencuri tertangkap dan dihakimi secara massal oleh sekelompok orang.
Bukankah sejak dulu sudah ada agama, guru-guru, dan pemuka agama? Bukankankah pelajaran tentang kebaikan dan nilai moral yang benar sudah diberikan? Tetapi mengapa masih begitu banyak kejahatan dilakukan seakan-akan tidak ada agama dan para guru agama? Dengan penasaran, si pengusaha mendatangi seorang pemuka agama yang saat itu kebetulan ditemuinya sedang menonton pertandingan sepakbola remaja.
Sambil bersama menikmati tontonan, si pengusaha menceritakan pengalamannya dan bertanya dengan nada memojokkan, “Guru, kenyataannya sampai saat ini semakin banyak terjadi kejahatan, kekerasan, ketidakadilan, penyiksaan, dan berbagai macam kondisi jelek lainnya, terus apa gunanya banyak agama dan guru agama yang mengajarkan kebaikan dari sejak dahulu kala?”
Sebelum sempat menjawab pertanyaan, terdengar teriakan ramai dari arena pertandingan. Gol! Para remaja itu saling merangkul, menjatuhkan diri ke tanah, bergulingan di tanah sambil bersorak gembira. “Hei, begitu banyak sabun yang telah kamu buat tetapi lihatlah orang-orang itu masih begitu kotor,” komentar sang guru.
“Loh, mereka kotor kan bukan salah kami yang membuat sabun! Mereka pasti bersih jika nanti mandi dan memakai sabun buatan kami,” jawabnya si pengusaha sabun, dengan spontan membela produk buatannya.
Sambil tersenyum sang guru berkata, “Seperti itulah ajaran agama. Sebaik dan sebenar apapun pelajaran diberikan, akan berguna jika dipraktekkan dan dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh manusianya. Dengan demikian, ajaran agamanya, atau sabun Anda, tidak bisa dipersalahkan. Begitu, kan?
Pembaca yang budiman,
Hidup bukan teori, hidup adalah praktek. Dalam pelajaran agama apapun dan dimanapun, kalau si pelaku tidak mampu mempraktekan ajaran yang didapat (apalagi menyimpang dalam mempraktekannya) tentu ini adalah kesalahan manusia itu sendiri dan akan mendatangkan kesulitan hidup buat diri sendiri serta membuat penderitaan buat orang lain.
Sama halnya dalam dunia bisnis, jika kita hanya sekadar mengumpulkan teori-teori kesuksessan tetapi tidak mau dan tidak mampu praktek, tentu tidak akan ada hasilnya atau nihil. Hanya dengan belajar dan mempraktekan secara terus menerus, lambat atau cepat, kita akan memperoleh kemajuan yang seperti kita harapkan.
Semoga mampu menginspirasi. Salam sukses, luar biasa!
Kamis, 10 April 2014
21.21
santa margita
Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.
Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.
“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”
Ia berdiri mendekati hadirin.
Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.
Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?”
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.
“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya.
Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.
“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.
“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.
Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.
Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”
Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.
Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.
Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda.
So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.
Jangan pernah lupa – Anda adalah SPESIAL.
Kamis, 03 April 2014
23.51
santa margita
Alkisah, ada seorang pemuda sedang duduk dengan tatapan kosong mengarah ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana mendatangi berbagai tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya. Tiba-tiba terdengar suara sengau memecah kesunyian.
“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ.
Anak muda itu menoleh sambil berkata. ”Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung kudapatkan. Entahlah, ke mana lagi aku harus mencari…” keluh si anak muda dengan wajah muram.
“Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah ke sana dan tangkaplah seekor kupu-kupu. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu,” kata si kakek. Meski merasa ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk. Tiba di sana, dia takjub melihat taman yang indah dengan pohon dan bunga yang bermekaran serta kupu-kupu yang beterbangan di sana.
Dari kejauhan di kakek melihat si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya. Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap! Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rerumputan, tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya.
Si kakek mendekat dan menghentikan si pemuda. ”Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari ke sana kemari, menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu rusak?”
Si kakek dengan tegas dan melanjutkan, ”Nak, mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisik kupu-kupu itu, biarkan dia memenuhi alam semesta ini sesuai fungsinya. Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu.
Demikian pula dengan kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri. Apakah kamu mengerti?”
Si pemuda terpana dan tiba-tiba wajahnya tampak senang. ”Terima kasih pak Tua. Sungguh pelajaran yang sangat berharga. Aku akan pulang dan membawa kebahagiaan ini di hatiku..”
Kakek itu mengangkat tangannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.
Setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Tetapi sering kali mereka begitu sibuk mencarinya, tanpa menyadari bahwa kebahagiaan sesungguhnya tidak kemana-mana tetapi justru ada di mana-mana. Kebahagiaan bisa hadir di setiap tempat, di semua rasa, dan tentunya setiap hati yang selalu mensyukuri.
sumber : http://iphincow.com/2014/01/01/mencari-kebahagiaan/
Selasa, 01 April 2014
18.16
santa margita
“Senyum anda, Senyum kami“. Itu slogan yang biasa didengungkan para praktisi kesehatan gigi. Ini yang setiap hari dilakukan oleh mereka. Berusaha untuk menganalisis masalah utama kesehatan gigi dan mulut, melakukan tindakan perawatan gigi dan mulut, mengevaluasi hasilnya, melakukan penelitian dan terobosan terhadap kemungkinan perawatan yang lebih canggih serta terus mengupdate perkembangan teknologi semata-mata hanya dengan satu tujuan yaitu bagaimana membuat semua orang bisa “tersenyum” tentu saja senyum yang sehat dan indah. Senyum mungkin bagi anda adalah hal yang sederhana dan mudah, cukup menarik sudut bibir ke arah samping dan menampakkan gigi mudah kan? Namun tidak sesederhana itu, kadang tersenyum saat-saat tertentu sangatlah sulit. Terlebih jika anda tidak “mood” untuk senyum.
Senyum dihubungkan dengan karakter seseorang, karena tidak sedikit ditemukan sifat individu yang “murah senyum”. Senyum banyak dikaitkan dengan perasaan hati, kondisi jiwa, dan mood. Senyum dapat mempengaruhi kesehatan, tingkat stress, dan daya tarik anda. Senyum juga dipercaya sebagai salah satu jalan jika ingin awet muda. Senyum diketahui mempunyai manfaat untuk kesehatan diantaranya yaitu:
Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu tersenyum punya daya tarik tersendiri. Wajah yang berkerut, cemberut, membuat orang menjauh dari anda, tetapi sebaliknya senyum bisa membuat mereka tertarik.
2. Senyum mengubah mood anda
Ketika anda merasa jatuh atau “down” cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja mood anda akan berubah menjadi lebih baik.
3. Senyum dapat merangsang orang lain ikut tersenyum
Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya, dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka anda akan disukai oleh banyak orang.
4. Senyum dapat Mengurangi stress
Stress secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum membantu mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang lelah atau merasa ”down”. Jika anda sedang stresss cobalah untuk tersenyum, maka stress anda akan berkurang dan anda akan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.
5. Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh anda
Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi lebih rileks.
6. Senyum menurunkan tekanan darah anda
Ketika anda tersenyum,maka tekanan darah anda akan menurun. Jika anda tak percaya, anda boleh mencobanya sendiri, jika anda memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah anda.
7. Senyum mengeluarkan endorphins, (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.
8. Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih muda
Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda, dan merasa lebih baik.
9. Senyum membuat anda tampak sukses
Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dalam menjalani hidupnya. Cobalah tersenyum saat anda melakukan pertemuan dan saat ada janji, yakin rekan-rekan kerja, sahabat, orang-orang terdekat anda akan merasakan sesuatu yang berbeda.
10. Senyum membuat anda tetap positif
Cobalah tes ini : Tersenyumlah. Lalu sekarang cobalah berpikir sesuatu yang negatif tanpa berhenti tersenyum. Sulit kan? . Karena ketika anda tersenyum maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini baik-baik saja”.
Maka jauhkan diri anda dari depresi, stress, dan rasa khawatir dengan satu kata yaitu “senyum”, tentu saja dengan memberikan senyum pada tempat dan suasana yang tepat, tidak kemudian berlebihan. Karena jika berlebihan, maka tentu orang lain akan menganggap anda kurang waras. ^^v
Minggu, 29 September 2013
20.26
santa margita
Setiap hari kita hidup, mulai dari bangun tidur, bekerja, bercengkerama, hingga kembali istirahat pasti selalu mengalami berbagai kejadian. Namun, dari setiap kejadian, patut kita pertanyakan, sudah kita isi dengan apa hari ini?
Satu hal yang bisa membuat kita bahagia adalah mengisi hari dengan berbuat baik. Sesederhana apa pun itu, sekecil apa pun, asal dilakukan dengan tulus dan ikhlas, pasti akan menumbuhkan kebaikan demi kebaikan. Menyeberangkan orang tua di jalan, menghibur orang yang sedang sedih, bahkan sekadar memberi makan burung liar yang berkicau di sekitar tempat tinggal kita. Mari, lakukan kebaikan, minimal satu kali setiap hari. Jika tiap orang terbiasa melakukan, bayangkan sebuah keindahan yang bisa terjadi dari miliaran kebaikan yang dilakukan rutin setiap hari. Sebuah harmoni dunia yang pasti akan membawa keberkahan dan keberlimpahan pada setiap makhluk. Sehingga, kebaikan demi kebaikan itu pun akan membawa kebahagiaan bagi kita semua
Satu hal yang bisa membuat kita bahagia adalah mengisi hari dengan berbuat baik. Sesederhana apa pun itu, sekecil apa pun, asal dilakukan dengan tulus dan ikhlas, pasti akan menumbuhkan kebaikan demi kebaikan. Menyeberangkan orang tua di jalan, menghibur orang yang sedang sedih, bahkan sekadar memberi makan burung liar yang berkicau di sekitar tempat tinggal kita. Mari, lakukan kebaikan, minimal satu kali setiap hari. Jika tiap orang terbiasa melakukan, bayangkan sebuah keindahan yang bisa terjadi dari miliaran kebaikan yang dilakukan rutin setiap hari. Sebuah harmoni dunia yang pasti akan membawa keberkahan dan keberlimpahan pada setiap makhluk. Sehingga, kebaikan demi kebaikan itu pun akan membawa kebahagiaan bagi kita semua
Langganan:
Postingan
(
Atom
)





